<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Fakultas Syariah</title>
<link href="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/36" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/36</id>
<updated>2026-04-04T13:46:27Z</updated>
<dc:date>2026-04-04T13:46:27Z</dc:date>
<entry>
<title>FAKTOR PENYEBAB MENINGKATNYA PERKARA CERAI TALAK DI  PENGADILAN AGAMA KOTA BALIKPAPAN</title>
<link href="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5437" rel="alternate"/>
<author>
<name>RACHMAWATI, LAILI</name>
</author>
<id>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5437</id>
<updated>2025-10-09T00:43:29Z</updated>
<published>2022-12-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">FAKTOR PENYEBAB MENINGKATNYA PERKARA CERAI TALAK DI  PENGADILAN AGAMA KOTA BALIKPAPAN
RACHMAWATI, LAILI
Laili Rachmawati, 2022. “Faktor Penyebab Meningkatnya Perkara Cerai Talak di Pengadilan Agama Kota Balikpapan”. Skripsi, Program Studi Hukum Keluarga, Jurusan Ilmu Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Hervina, S.H.I., M.Ag. selaku Pembimbing I dan Bapak Muhammad Idzhar, Lc., M.H. selaku Pembimbing II.&#13;
&#13;
Latar belakang penelitian ini, Pengadilan Agama (PA) Kota Balikpapan mencatat sebanyak 1.646 perkara perceraian yang diterima pada tahun 2020 periode bulan Januari–Desember, sedangkan dari cerai talak sebanyak 441 perkara yang diterima pada tahun 2020 dan perkara cerai talak yang diputus pada tahun 2020 sebanyak 404 perkara. Perkara perceraian pada tahun 2021, Pengadilan Agama Balikpapan mencatat sebanyak 2.016 perkara yang diterima, sedangkan dari perkara cerai talak sebanyak 524 perkara yang diterima dan 442 perkara cerai talak yang diputus. Sebelum pandemi Covid-19 angka perceraian telah mengalami kenaikan, yakni sekitar 5 persen setiap tahunnya, karena pada saat Covid-19 mengalami pembatasan. Penyebab dari kenaikan perceraian dikarenakan adanya pertambahan penduduk dan juga meningkatnya konflik perceraian sehingga semakin banyak kasus yang terjadi.&#13;
&#13;
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan normatif empiris. Sumber data yang digunakan yaitu data primer berupa wawancara dengan hakim di Pengadilan Agama Balikpapan dan data sekunder berupa buku, jurnal, internet, serta karya ilmiah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif.&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang melatarbelakangi perkara cerai talak di Pengadilan Agama Balikpapan di antaranya faktor perselisihan dan pertengkaran terus-menerus, ekonomi, meninggalkan salah satu pihak, serta perselingkuhan atau gangguan orang ketiga. Adapun solusi hakim Pengadilan Agama Balikpapan dalam mengatasi cerai talak yaitu dengan melakukan mediasi.
</summary>
<dc:date>2022-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>FENOMENA PENENTUAN WAKTU IHTIYATH DALAM PERHITUNGAN AWAL WAKTU SHALAT DI MASJID DAN MUSHOLLA DESA LOA JANAN ULU KECAMATAN LOA JANAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN</title>
<link href="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5428" rel="alternate"/>
<author>
<name>NURAINI, ADELIA</name>
</author>
<id>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5428</id>
<updated>2025-10-06T02:56:26Z</updated>
<published>2023-05-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">FENOMENA PENENTUAN WAKTU IHTIYATH DALAM PERHITUNGAN AWAL WAKTU SHALAT DI MASJID DAN MUSHOLLA DESA LOA JANAN ULU KECAMATAN LOA JANAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN
NURAINI, ADELIA
Adelia Nuraini, 2023. “Fenomena Penentuan Waktu Ihtiyath Dalam Perhitungan Awal Waktu Salat di Masjid dan Musholla Desa Loa Janan Ulu Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.” Skripsi, Program Studi Hukum Keluarga, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Dr. H. Akhmad Haries, S.Ag., M.S.I. selaku pembimbing I dan Ibu Hj. Vivit Fitriyanti, S.H.I., M.S.I. selaku dosen pembimbing II.&#13;
&#13;
Latar belakang dalam penelitian ini yaitu bahwa salat merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam walaupun dalam kondisi apa pun, dan dapat dijalankan dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring, juga diperbolehkan menggunakan isyarat mata ataupun isyarat hati. Dalam menggunakan waktu ihtiyath dalam penentuan awal waktu salat sebagai bentuk kehati-hatian dalam menentukan waktu salat. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana penerapan ihtiyath pada waktu salat di masjid dan musholla Desa Loa Janan Ulu Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan ihtiyath pada waktu salat di masjid dan musholla Desa Loa Janan Ulu Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.&#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dan pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan normatif, pendekatan astronomi, dan pendekatan sosiologis. Sumber data yang digunakan yaitu data primer berupa wawancara dengan para pengurus masjid dan musholla, serta data sekunder berupa buku, jurnal, artikel, hasil penelitian, Al-Qur’an, dan karya-karya ilmiah yang berhubungan dengan ilmu falak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam melakukan penelitian yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data yang digunakan melalui pengumpulan data, pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.&#13;
&#13;
Adapun hasil penelitian yang diperoleh yaitu bahwa dalam penerapan waktu ihtiyath yang berada di masjid dan musholla Desa Loa Janan Ulu memiliki penetapan waktu ihtiyath rata-rata sebesar 1 sampai 3 menit. Serta terdapat saran dari peneliti terutama untuk para pengurus, para muazin masjid dan musholla agar dalam melakukan azan bisa sesuai dengan jadwal waktu salat yang sudah ditentukan sehingga tidak terjadi kecepatan atau keterlambatan agar sesuai dengan syarat sahnya waktu salat.
</summary>
<dc:date>2023-05-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PRAKTIK DENTAL CARE DALAM TINJAUAN HUKUM DAN  MASLAHAH MURSALAH  (Studi Kasus Perawatan Gigi di Tukang Gigi di Samarinda)</title>
<link href="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5403" rel="alternate"/>
<author>
<name>PUTRI, ROLI</name>
</author>
<id>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5403</id>
<updated>2025-10-02T02:17:47Z</updated>
<published>2023-03-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PRAKTIK DENTAL CARE DALAM TINJAUAN HUKUM DAN  MASLAHAH MURSALAH  (Studi Kasus Perawatan Gigi di Tukang Gigi di Samarinda)
PUTRI, ROLI
Roli Putri, 2023. Praktik Dental Care dalam Tinjauan Hukum dan Maslahah Mursalah (Studi Kasus Perawatan Gigi di Tukang Gigi di Samarinda). Skripsi, Jurusan Pidana Politik Islam, Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. H. Murjani, S.Ag., S.H., M.H. selaku Pembimbing I dan Muzayyin Ahyar, S.Ud., M.S.I. selaku Pembimbing II.&#13;
&#13;
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2014 tentang Pembinaan, Pengawasan, dan Perizinan Pekerjaan Tukang Gigi Pasal 6 menyatakan bahwa pekerjaan tukang gigi hanya dapat dilakukan apabila tidak membahayakan kesehatan, tidak menyebabkan kesakitan, aman, tidak bertentangan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, serta tidak bertentangan dengan norma dan nilai yang hidup dalam masyarakat. Penelitian ini diambil di Kota Samarinda di tempat tukang gigi langsung dan melibatkan konsumen tukang gigi yang ada di Kota Samarinda.&#13;
&#13;
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana tanggapan tukang gigi tentang Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2014, bagaimana izin terkait praktik dental care dan kewenangan tukang gigi tersebut, serta perspektif maslahah mursalah terkait dental care yang ada di Kota Samarinda.&#13;
&#13;
Penelitian ini adalah normatif-empiris dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data adalah 20 tukang gigi di Kota Samarinda.&#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan yang ada di tukang gigi melanggar aturan Permenkes seperti pemasangan behel, membersihkan karang gigi, memutihkan gigi/vineer, mencabut gigi, pemasangan permata, menambal gigi, dan mengganti karet behel. Selain itu, izin dan kewenangan tukang gigi di Kota Samarinda tidak mendaftarkan izin usaha mereka ke pihak Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Dalam kewenangan tukang gigi yang diatur dalam Permenkes Nomor 39 Tahun 2014 hanya berupa membuat gigi tiruan lepasan dan memasang gigi tiruan lepasan. Dental care menurut maslahah berdasarkan tingkatannya yaitu maslahah daruriyah, maslahah tahsiniyah, dan hajiyah. Tukang gigi tidak termasuk ke dalam kategori daruriyah dan hajiyah karena masih ada dokter yang berpengalaman di bidangnya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, namun masuk ke dalam kategori maslahah tahsiniyah yang bermaksud sebagai kesempurnaan hidup dalam merawat gigi.
</summary>
<dc:date>2023-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>TINJAUAN KONSEP RAHN TERHADAP BIAYA TITIP ATAS KETERLAMBATAN PENGAMBILAN BARANG  (Studi pada PT Gadai Syariah Berbagi Berkah di Kelurahan Bukit Pinang)</title>
<link href="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5390" rel="alternate"/>
<author>
<name>JENE, MARIAM HELDIANA</name>
</author>
<id>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5390</id>
<updated>2025-09-30T06:55:20Z</updated>
<published>2023-03-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">TINJAUAN KONSEP RAHN TERHADAP BIAYA TITIP ATAS KETERLAMBATAN PENGAMBILAN BARANG  (Studi pada PT Gadai Syariah Berbagi Berkah di Kelurahan Bukit Pinang)
JENE, MARIAM HELDIANA
Mariam Heldiana Jene, 2023. Tinjauan Konsep Rahn terhadap Biaya Titip atas Keterlambatan Pengambilan Barang (Studi pada PT Gadai Syariah Berbagi Berkah). Skripsi, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Jurusan Muamalah, Fakultas Syariah (FASYA), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Dr. H. Ashar Pagala, S.H.I., M.HI selaku dosen pembimbing I dan Bapak Abd. Syakur, Lc., M.H selaku dosen pembimbing II.&#13;
&#13;
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa konsekuensinya disebabkan karena nasabah terlambat mengambil barang gadai di pegadaian syariah, sehingga nasabah dikenakan biaya titip atas keterlambatan mengambil barang dan barang nasabah menjadi tertumpuk di pegadaian. Dari penelitian ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang konsekuensi yang diberikan oleh pihak pegadaian ketika nasabah terlambat mengambil barang gadai dan tinjauan konsep rahn terhadap biaya titip atas keterlambatan pengambilan barang di PT Gadai Syariah Berbagi Berkah.&#13;
&#13;
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Subjek penelitian adalah PT Gadai Syariah Berbagi Berkah. Objek penelitian adalah nasabah yang menggadaikan barang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi terlebih dahulu kemudian melakukan wawancara kepada nasabah dan karyawan PT Gadai Syariah kemudian melakukan dokumentasi sebagai bukti. Teknik analisis data menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif serta analisis terhadap data sekunder yang bersifat kualitatif tersebut dengan berlandaskan data.&#13;
&#13;
Berdasarkan penelitian, hasil yang diperoleh sebagai berikut: satu, konsekuensi diberikan kepada nasabah yang terlambat mengambil barang gadai yaitu: dikenakan biaya titip dan barang yang digadaikan tidak bisa diambil sebelum membayar dan melunasi biaya titip tersebut. Dua, konsep rahn terhadap biaya titip atas keterlambatan barang yaitu termasuk kategori ujrah (upah) atas pemeliharaan barang titipan, sementara penahanan barang sesuai dengan prinsip dalam akad rahn (gadai) membolehkan pihak pegadaian (murtahin) untuk menahan barang selama hutang belum dilunasi. Konsep biaya titipnya termasuk dalam kategori ujrah atas jasa pemeliharaan barang titipan, dan konsep penahanan barang masuk ke dalam rahn hak dari murtahin untuk menahan barang. Ini sesuai dengan fatwa DSN MUI No.25/DSN-MUI/III/2002 tentang rahn.
</summary>
<dc:date>2023-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
