<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>E-Skripsi - Hukum Ekonomi Syariah</title>
<link href="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/39" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/39</id>
<updated>2026-05-06T16:20:31Z</updated>
<dc:date>2026-05-06T16:20:31Z</dc:date>
<entry>
<title>TINJAUAN KONSEP RAHN TERHADAP BIAYA TITIP ATAS KETERLAMBATAN PENGAMBILAN BARANG  (Studi pada PT Gadai Syariah Berbagi Berkah di Kelurahan Bukit Pinang)</title>
<link href="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5390" rel="alternate"/>
<author>
<name>JENE, MARIAM HELDIANA</name>
</author>
<id>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5390</id>
<updated>2025-09-30T06:55:20Z</updated>
<published>2023-03-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">TINJAUAN KONSEP RAHN TERHADAP BIAYA TITIP ATAS KETERLAMBATAN PENGAMBILAN BARANG  (Studi pada PT Gadai Syariah Berbagi Berkah di Kelurahan Bukit Pinang)
JENE, MARIAM HELDIANA
Mariam Heldiana Jene, 2023. Tinjauan Konsep Rahn terhadap Biaya Titip atas Keterlambatan Pengambilan Barang (Studi pada PT Gadai Syariah Berbagi Berkah). Skripsi, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Jurusan Muamalah, Fakultas Syariah (FASYA), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Dr. H. Ashar Pagala, S.H.I., M.HI selaku dosen pembimbing I dan Bapak Abd. Syakur, Lc., M.H selaku dosen pembimbing II.&#13;
&#13;
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa konsekuensinya disebabkan karena nasabah terlambat mengambil barang gadai di pegadaian syariah, sehingga nasabah dikenakan biaya titip atas keterlambatan mengambil barang dan barang nasabah menjadi tertumpuk di pegadaian. Dari penelitian ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang konsekuensi yang diberikan oleh pihak pegadaian ketika nasabah terlambat mengambil barang gadai dan tinjauan konsep rahn terhadap biaya titip atas keterlambatan pengambilan barang di PT Gadai Syariah Berbagi Berkah.&#13;
&#13;
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Subjek penelitian adalah PT Gadai Syariah Berbagi Berkah. Objek penelitian adalah nasabah yang menggadaikan barang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi terlebih dahulu kemudian melakukan wawancara kepada nasabah dan karyawan PT Gadai Syariah kemudian melakukan dokumentasi sebagai bukti. Teknik analisis data menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif serta analisis terhadap data sekunder yang bersifat kualitatif tersebut dengan berlandaskan data.&#13;
&#13;
Berdasarkan penelitian, hasil yang diperoleh sebagai berikut: satu, konsekuensi diberikan kepada nasabah yang terlambat mengambil barang gadai yaitu: dikenakan biaya titip dan barang yang digadaikan tidak bisa diambil sebelum membayar dan melunasi biaya titip tersebut. Dua, konsep rahn terhadap biaya titip atas keterlambatan barang yaitu termasuk kategori ujrah (upah) atas pemeliharaan barang titipan, sementara penahanan barang sesuai dengan prinsip dalam akad rahn (gadai) membolehkan pihak pegadaian (murtahin) untuk menahan barang selama hutang belum dilunasi. Konsep biaya titipnya termasuk dalam kategori ujrah atas jasa pemeliharaan barang titipan, dan konsep penahanan barang masuk ke dalam rahn hak dari murtahin untuk menahan barang. Ini sesuai dengan fatwa DSN MUI No.25/DSN-MUI/III/2002 tentang rahn.
</summary>
<dc:date>2023-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP TESTER BUAH-BUAHAN DALAM JUAL BELI MASYARAKAT LOA BAKUNG</title>
<link href="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5355" rel="alternate"/>
<author>
<name>ANITA, RIZKI NGAIDAHRUL OJI</name>
</author>
<id>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5355</id>
<updated>2025-09-23T06:39:05Z</updated>
<published>2023-06-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP TESTER BUAH-BUAHAN DALAM JUAL BELI MASYARAKAT LOA BAKUNG
ANITA, RIZKI NGAIDAHRUL OJI
Rizki Ngaidahrul Oji Anita, 2023. “Perlindungan Konsumen Terhadap Tester Buah-Buahan dalam Jual Beli Masyarakat Loa Bakung”. Skripsi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Jurusan Muamalah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Pembimbing I Ibu Hervina, S.HI., M.Ag dan Pembimbing II Ibu Maisyarah Rahmi Hs., Lc., M.A., Ph.D.&#13;
&#13;
Latar belakang penelitian ini adalah tentang praktik tester buah-buahan dalam jual beli masyarakat Loa Bakung. Sebelum terjadi transaksi jual beli, pembeli diperbolehkan untuk mencoba terlebih dahulu buah yang ingin dibeli. Karena merasa bahwa buah tersebut memiliki kualitas yang bagus, pembeli langsung membelinya. Namun setelah membeli dan dibawa pulang, ternyata buah yang dibeli tidak sesuai dengan tester buah yang ditawarkan oleh penjual. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu praktik tester buah-buahan dalam jual beli masyarakat Loa Bakung serta peneliti akan menganalisis tinjauan Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 terhadap tester buah-buahan.&#13;
&#13;
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan empiris. Penelitian ini adalah penelitian lapangan, yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara langsung dengan melakukan pengamatan tentang fenomena dalam suatu keadaan, yang dalam hal ini objek penelitian peneliti yaitu tentang bagaimana tester buah-buahan dalam jual beli masyarakat Loa Bakung, untuk selanjutnya mendeskripsikan dalam bentuk laporan penelitian.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut analisis peneliti dalam UU No. 8 Tahun 1999 para pedagang belum memenuhi hak-hak konsumen serta kewajiban penjual. Dapat disimpulkan bahwa pihak penjual tidak menerapkan apa yang telah tercantum dalam UU No. 8 Tahun 1999. Pada Pasal 4 ayat 4 dan 8 disebutkan bahwa hak konsumen meliputi hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan serta hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. Serta Pasal 7 ayat 6 disebutkan bahwa kewajiban penjual adalah memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian, dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan. Dengan hal itu, maka penjual buah perlu memperhatikan kembali kualitas buah yang dijual agar hak-hak konsumen terpenuhi.
</summary>
<dc:date>2023-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP JUAL BELI AKSESORIS HANDPHONE NON ORIGINAL  DI KECAMATAN TENGGARONG</title>
<link href="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5328" rel="alternate"/>
<author>
<name>RAMADHAN, MUHAMMAD RIZKI</name>
</author>
<id>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5328</id>
<updated>2025-09-16T01:43:03Z</updated>
<published>2023-09-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP JUAL BELI AKSESORIS HANDPHONE NON ORIGINAL  DI KECAMATAN TENGGARONG
RAMADHAN, MUHAMMAD RIZKI
Muhammad Rizki Ramadhan, 2023. ”Tinjauan Yuridis Perlindungan Konsumen Terhadap Jual Beli Aksesoris Handphone Non Original di Kecamatan Tenggarong”. Skripsi, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Jurusan Muamalah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Pembimbing I Ibu Dr. Hj. Abnan Pancasilawati, M.Ag. dan Pembimbing II Bapak Akhmad Sofyan, S.H.I., M.H.&#13;
&#13;
Penelitian ini membahas tentang tinjauan yuridis perlindungan konsumen berdasarkan pada Pasal 4 Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terhadap jual beli aksesoris handphone non original di Kecamatan Tenggarong. Penelitian ini diambil dikarenakan masih ditemukannya pedagang yang tidak menjelaskan dengan jujur dan benar kepada konsumen atas aksesoris handphone non original berupa headset, charger, dan power bank yang dijual pedagang tersebut. Rumusan masalah yakni: 1) Bagaimana praktik jual beli aksesoris handphone non original di Kecamatan Tenggarong? 2) Bagaimana tinjauan yuridis perlindungan konsumen terhadap jual beli aksesoris handphone non original di Kecamatan Tenggarong?&#13;
&#13;
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada 3 pedagang dan 4 konsumen aksesoris handphone non original di Kecamatan Tenggarong. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, pengelompokan data, analisis data, dan kesimpulan.&#13;
&#13;
Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa 3 pedagang dalam melakukan transaksi jual beli aksesoris handphone non original di Kecamatan Tenggarong masih menyamarkan informasi produk bahkan menipu konsumen dengan cara mengatakan bahwa aksesoris handphone non original yang dijual berkualitas original ataupun dengan cara tidak memberitahukan kepada konsumen terkait kualitas barang yang dijual kepada konsumen. Kegiatan jual beli aksesoris handphone non original yang dilakukan di Kecamatan Tenggarong belum berkesesuaian dengan aturan yang ada pada UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yakni pada Pasal 4 UUPK butir c “Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang atau jasa” dikarenakan 3 pedagang masih menyamarkan informasi kualitas produk yang dijualnya kepada konsumen, dan butir h “Hak untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen” dikarenakan 4 konsumen yang peneliti wawancarai mengaku kurang paham bahkan tidak mengetahui terkait hak-hak konsumen dalam undang-undang perlindungan konsumen.
</summary>
<dc:date>2023-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PROBLEMATIKA PENGEMBANGAN PARIWISATA HALAL KAMPUNG KETUPAT SAMARINDA SEBERANG</title>
<link href="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5327" rel="alternate"/>
<author>
<name>PRASETYO, KUKUH</name>
</author>
<id>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5327</id>
<updated>2025-09-16T01:36:01Z</updated>
<published>2023-10-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PROBLEMATIKA PENGEMBANGAN PARIWISATA HALAL KAMPUNG KETUPAT SAMARINDA SEBERANG
PRASETYO, KUKUH
Kukuh Prasetyo, 2023. “Problematika Pengembangan Pariwisata Halal di Kampung Ketupat Samarinda Seberang”. Skripsi, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Jurusan Muamalah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Pembimbing I Ibu Hervina, S.H.I., M.Ag. dan Pembimbing II Ibu Maisyarah Rahmi HS, Lc., M.A., Ph.D.&#13;
&#13;
Penelitian ini membahas tentang problematika pengembangan pariwisata halal di Kampung Ketupat Samarinda Seberang. Hal ini dikarenakan Kampung Ketupat memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pariwisata halal. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti merumuskan masalah: 1) Apa potensi yang dimiliki oleh Kampung Ketupat untuk dikembangkan sebagai pariwisata halal?; 2) Apa saja problematika yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata halal di Kampung Ketupat Samarinda Seberang?&#13;
&#13;
Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang berorientasi pada pengumpulan data empiris di lapangan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu observasi tempat penelitian, wawancara kepada pihak-pihak yang berkompeten, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif.&#13;
&#13;
Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa Kampung Ketupat memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pariwisata halal berdasarkan fasilitas dan layanannya yang sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No:108/DSN-MUI/X/2016 tentang pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah. Regulasi ini sesuai dengan teori penilaian dari Global Muslim Travel Index (GMTI) yang peneliti kaji, seperti tersedianya masjid dan tempat sholat di setiap kedai makanan, kegiatan eduwisata, serta penginapan yang sesuai dengan kriteria pariwisata halal. Namun, terdapat beberapa permasalahan yang perlu diatasi dalam pengembangan pariwisata halal di Kampung Ketupat, antara lain belum diterapkannya secara menyeluruh konsep pariwisata halal di Samarinda, belum adanya label halal pada rumah makan yang beroperasi di Kampung Ketupat, akses jalan menuju destinasi wisata hanya bisa dimasuki oleh kendaraan roda dua karena terlalu sempit, dan perlunya pelabuhan yang menghubungkan langsung ke destinasi wisata Kampung Ketupat Samarinda Seberang.
</summary>
<dc:date>2023-10-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
