<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4905">
<title>E-Thesis - Ilmu AlQuran &amp; Tafsir</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4905</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5354"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5108"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5107"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4938"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-11T04:15:16Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5354">
<title>KONSEP TAWASUL DALAM ISLAM  (STUDI KRITIS ATAS PENAFSIRAN T.M. HASBI ASH-SHIDDIEQY  DALAM TAFSIR AN-NUR)</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5354</link>
<description>KONSEP TAWASUL DALAM ISLAM  (STUDI KRITIS ATAS PENAFSIRAN T.M. HASBI ASH-SHIDDIEQY  DALAM TAFSIR AN-NUR)
IMANUDDIN, IMANUDDIN
Imanuddin, 2024. “Konsep Tawasul dalam Islam: Studi Kritis atas Penafsiran T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir An-Nur”. Tesis, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Mursalim, M.Ag. sebagai pembimbing I dan Dr. Akhmad Rijali Elmi, M.A. sebagai pembimbing II.&#13;
&#13;
Latar belakang penelitian ini adalah Tafsir An-Nur karya T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy (w. 1975) merupakan salah satu karya tafsir yang terkenal di Indonesia. Ketika menafsirkan makna wasilah/tawasul dalam Q.S. Al-Maidah [5]: 35, penafsiran T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy terhadap makna ayat ini dalam karya tafsirnya tersebut tampak cenderung diwarnai dengan semangat purifikasi. Namun, struktur penafsiran dan historisitas penafsirannya tersebut belum banyak dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hal yang belum banyak dianalisis tersebut. Penelitian ini secara khusus bertujuan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Bagaimana metode penafsiran T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir An-Nur ketika menafsirkan ayat-ayat tentang tawasul? Mengapa muncul nuansa pemurnian dalam penafsiran T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir An-Nur ketika menafsirkan ayat-ayat tentang tawasul?&#13;
&#13;
Penelitian ini merupakan studi tokoh terhadap T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy dan penelitian kepustakaan terhadap Tafsir An-Nur karyanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan intrinsik untuk menganalisis metode penafsiran ayat-ayat tawasul T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir An-Nur, dan pendekatan ekstrinsik untuk menganalisis konteks yang mempengaruhi penafsirannya tersebut, seperti sejarah, budaya, dan pengalaman hidupnya. Penelitian ini didesain sebagai penelitian kualitatif, karena berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teoritis dan konseptual, yang sesungguhnya hanya dapat dijelaskan melalui kata-kata. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir An-Nur karya T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy, yang dilengkapi dengan berbagai sumber data sekunder yang relevan, yang dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan kerangka hermeneutika filosofis dari Hans-George Gadamer. Keabsahan data diuji dengan pengecekan sistematis, membandingkan data satu dengan yang lain untuk memastikan validitas, kredibilitas, dan reliabilitas data.&#13;
&#13;
Temuan penelitian menunjukkan bahwa metode penafsiran T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir An-Nur ketika menafsirkan ayat-ayat tentang tawasul yakni dengan menafsirkan makna ayat dari segi konteks historis, linguistik, dan teologis ayat, serta mengintegrasikan penafsiran tersebut dengan prinsip-prinsip tauhid yang murni. Ia menyajikan penafsiran ayat yang terbuka terhadap tradisi tawasul dalam masyarakat Muslim, namun dengan kewaspadaan kritis terhadap potensi kesalahpahaman dan penyelewengan dalam kepercayaan tauhid. Dalam penafsirannya tersebut ia berupaya mempertahankan integritas ajaran tauhid dalam praktik tawasul. Munculnya nuansa pemurnian dalam penafsirannya tersebut karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, konteks historis kehidupannya di masa itu, di mana ia terlibat secara intens dengan pemikiran dan gerakan Islam reformis. Kedua, konteks keilmuannya, di mana ia dibentuk dalam tradisi keilmuan yang mengedepankan ajaran-ajaran Islam yang murni. Ketiga, konteks sosiokultural kehidupannya di masa itu, di mana ia peduli terhadap praktik tawasul yang murni dalam kehidupan dan budaya masyarakat di sekitarnya. Terakhir, pengaruh pemikiran-pemikiran ulama terdahulu yang kritis terhadap pemahaman dan praktik tawasul yang tidak murni.
</description>
<dc:date>2024-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5108">
<title>PERILAKU PATOLOGIS PERSPEKTIF AL-QUR’AN  (Analisis Semantik Toshihiko Izutsu)</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5108</link>
<description>PERILAKU PATOLOGIS PERSPEKTIF AL-QUR’AN  (Analisis Semantik Toshihiko Izutsu)
RAMADHANI, MIFTAHUL
Miftahul Ramadhani, 2024. “Perilaku Patologis Perspektif al-Qur’an (Analisis Semantik Toshihiko Izutsu)”. Tesis. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Dr. Bambang Iswanto, MH sebagai pembimbing I dan Dr. H. Fuad Fansuri, Lc., M.Th.I sebagai pembimbing II.&#13;
&#13;
Latar belakang penelitian ini adalah perilaku patologis merupakan penyakit akhlak yang menyerang jiwa manusia. Adanya kerusakan atau perilaku patologis sebenarnya telah diisyaratkan dalam al-Qur’an. Islam telah menempatkan perilaku patologis sebagai salah satu masalah yang perlu diperhatikan. Berbagai macam kata telah dijelaskan dalam al-Qur’an untuk menunjukkan perilaku patologis, di antaranya adalah kata syirk, takabbur, dan ẓulm. Dalam meneliti perilaku patologis yang terdapat pada kata syirk, takabbur, dan ẓulm, penulis menggunakan semantik Toshihiko Izutsu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kata tersebut agar dapat memunculkan makna yang utuh serta relevansinya terhadap perilaku patologis dalam konteks masa kini.&#13;
&#13;
Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library research). Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semantik dengan sumber data yang meliputi: sumber primer (al-Qur’an, hadis, dan buku Relasi Tuhan dan Manusia: Pendekatan Semantik Terhadap al-Qur’an karya Toshihiko Izutsu) dan sumber sekunder (karya-karya yang memiliki relevansi dengan perilaku patologis). Dalam mencari dan mengolah data, metode kepustakaan selanjutnya akan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif-analisis.&#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa weltanschauung kata syirk, takabbur, dan ẓulm dalam al-Qur’an membentuk sistem kosakata yang berhubungan erat dengan al-Qur’an. Pada konsepsi jahiliah, kata syirk, takabbur, dan ẓulm tidak bergeser dari makna dasarnya. Sementara pada periode Qur’anik dan pasca Qur’anik, tidak ditemukan pergeseran makna yang signifikan antara konsepsi syirk, takabbur, dan ẓulm. Namun pada periode pasca Qur’anik, kata syirk, takabbur, dan ẓulm mengalami penarikan makna yang lebih luas dan variatif. Penarikan makna tersebut tidak sampai keluar dari weltanschauung syirk, takabbur, dan ẓulm dalam al-Qur’an, justru semakin menguatkan bahwa ketiga makna kata tersebut menunjukkan kepada sesuatu yang tidak disukai oleh Allah dan mengandung unsur dosa besar. Hal ini bertujuan untuk menguatkan iman dan mendapatkan pelajaran atau hikmah di dalam al-Qur’an, serta menginformasikan bahwa siapa saja yang berbuat syirk, bersifat takabbur, dan berbuat kezaliman di muka bumi akan mendapatkan balasan dan siksaan yang pedih dari Allah baik di dunia maupun di akhirat.
</description>
<dc:date>2024-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5107">
<title>KONSEP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DALAM QS.  QURAĪSY (106): 3-4  (Analisis Hermeneutika Abdullah Saeed)</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5107</link>
<description>KONSEP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DALAM QS.  QURAĪSY (106): 3-4  (Analisis Hermeneutika Abdullah Saeed)
RAMADHANI, MISBAHUL
Misbahul Ramadhani, 2024. “Konsep Kesejahteraan Masyarakat dalam QS. Quraīsy (106): 3-4 (Analisis Hermeneutika Abdullah Saeed)”. Tesis. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Hj. Abnan Pancasilawati, M.Ag sebagai pembimbing I dan Dr. H. Fuad Fansuri, Lc., M.Th.I sebagai pembimbing II.&#13;
&#13;
Kesejahteraan merupakan sebuah tata kehidupan sosial, material, maupun spiritual yang diikuti rasa keselamatan, kesusilaan, dan ketenteraman diri. Dalam mengukur kesejahteraan suatu masyarakat, Islam memiliki ukuran kesejahteraan tersendiri yang berbeda dengan lainnya. Salah satu ayat al-Qur’an yang berbicara tentang indikator dalam mengukur kesejahteraan suatu masyarakat adalah QS. Quraīsy (106): 3-4. Dalam meneliti makna indikator kesejahteraan masyarakat yang terdapat dalam QS. Quraīsy (106): 3-4, penulis menggunakan hermeneutika Abdullah Saeed untuk mengkaji secara kontekstual yang kemudian dikaitkan dengan konteks masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kontekstual indikator kesejahteraan masyarakat dalam surah Quraīsy ayat 3 dan 4 yang kemudian diimplementasikan di era kontemporer.&#13;
&#13;
Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library research) dan bersifat normatif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologis, historis, dan linguistik dengan sumber data yang meliputi; sumber primer (al-Qur’an, hadis, dan buku hermeneutika Abdullah Saeed) dan sumber sekunder (karya-karya yang memiliki relevansi dengan indikator kesejahteraan masyarakat). Dalam mencari dan mengolah data, metode kepustakaan selanjutnya akan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif-analisis.&#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Islam indikator kesejahteraan masyarakat diukur melalui empat cara, yaitu berdasarkan pada nilai ajaran Islam, kegiatan ekonomi yang berjalan dengan baik, pemenuhan kebutuhan dasar dan sistem distribusi, dan diukur oleh aspek keamanan dan ketertiban sosial. Berdasarkan empat indikator ini, ditemukan indikator untuk mengukur kesejahteraan suatu masyarakat dalam QS. Quraīsy (106): 3-4. Melalui analisis hermeneutika Abdullah Saeed terhadap QS. Quraīsy (106): 3-4, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa indikator yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur individu dalam mencapai kehidupan yang sejahtera, yaitu terpenuhinya kebutuhan spiritual, material, intelektual, psikis, dan sosial. Adapun implementasi dari makna indikator kesejahteraan masyarakat dalam surah Quraīsy ayat 3 dan 4 di era kontemporer dapat dilakukan dengan cara memperkuat keteguhan hati dan iman kepada Allah Swt., meningkatkan kemampuan dan kualitas diri individu, meningkatkan rasa tanggung jawab dengan berusaha dan bekerja keras, meningkatkan rasa syukur kepada Allah Swt., dan meningkatkan kepedulian di antara masyarakat.
</description>
<dc:date>2024-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4938">
<title>TAFSIR AD-DAKHĪL PADA SURAH AL-MULK, AL-QALAM, AL-ḤAQQAH DAN AL-MUZAMMIL DALAM TAFSIR AL-KASYSYĀF KARYA AZ-ZAMAKHSYARI</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4938</link>
<description>TAFSIR AD-DAKHĪL PADA SURAH AL-MULK, AL-QALAM, AL-ḤAQQAH DAN AL-MUZAMMIL DALAM TAFSIR AL-KASYSYĀF KARYA AZ-ZAMAKHSYARI
ISKANDAR, ISKANDAR
Iskandar, 2024. “Tafsir ad-Dakhīl Pada Surah al-Mulk, al-Qalam, al-&#13;
Ḥaqqah Dan al-Muzammil Dalam Tafsir al-Kasysyāf Karya Az-Zamakhsyari”.&#13;
&#13;
Tesis, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Pascasarjana Universitas Islam&#13;
Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh&#13;
Prof. Dr. Abdul Majid, MA, sebagai pembimbing I dan Dr. H. Fuad Fansuri, Lc,&#13;
M.Th.I, sebagai pembimbing II.&#13;
&#13;
Latar belakang penelitian ini adalah tafsir al-Kasysyāf karya az-&#13;
Zamaksyari merupakan salah satu tafsir yang sangat fenomenal yang secara&#13;
&#13;
sumber berkatagori bi ar-ra’yi dan secara corak terkatagori adabī wa al-‘itiqādī,&#13;
karena tafsir bi ar-ra’yi maka pemikiran-pemikiran mufassir-nya layak untuk&#13;
diteliti dan dikritisi, karena coraknya ‘itiq̄dī maka patut untuk diteliti sejauh apa&#13;
sebuah teologi mempengaruhi dalam penafsiran. Studi kritik tafsir ini dilakukan&#13;
dengan tujuan agar kitab-kitab tafsir yang merupakan karya turunan dari Al-Qur`an&#13;
dapat dipastikan terjaga dan bersih dari bentuk- bentuk penyimpangan data dan&#13;
informasi, sehingga nilai-nilai luhur Al-Qur`an dan pesan- pesan yang terkandung&#13;
di dalamnya diharapkan dapat dimengerti dan diamalkan dengan baik.&#13;
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan teologis dan&#13;
kritik ad-dakhīl. Sumber data dalam penelitian ini adalah kitab tafsir al-Kasysyāf&#13;
sebagai sumber primer, dan kitab-kitab tafsir lain yang relevan serta kitab metodologi&#13;
kritik tafsir sebagai sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan teknik&#13;
dokumentasi. Penulis mengumpulkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan&#13;
penelitian melalui perpustakaan, internet dan berbagai macam aplikasi tafsir. Teknik&#13;
analisis data meliputi pengumpulan data, penyajian data, analisis dan kesimpulan. Uji&#13;
keabsahan data dilakukan dengan kritik ad-dakhīl dan komparatif.&#13;
&#13;
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Tafsir al-Kasysyāf mengandung ad-&#13;
dakhīl atau hal-hal yang semestinya tidak ada dalam penafsiran. Dari empat surah yang&#13;
&#13;
diteliti, empat diantaranya terdapat ad-dakhīl jenis kategori bī ar-ra’yi yakni dalam surah&#13;
al-Mulk, al-Qalam dan al-Muzammil, satu diantaranya jenis ad-dakhīl bi al-ma’tsūr,&#13;
yakni yang terdapat pada surah al-Haqqah. Terdapat korelasi antar jenis ad-dakhīl&#13;
dalam empat surah yang diteliti dengan teologi mufassir-nya, utamanya kaidah al-wa’du&#13;
wa al-wa’īd (janji dan ancaman). Dari empat surah yang diteliti, ad-dakhīl yang&#13;
ditemukan tiga diantaranya merupakan ide pokok atau gagasan utama dalam penafsiran,&#13;
yakni surah al-Qalam, al-Muzammil dan al-Ḥaqqah , satu sebagai data pelengkap&#13;
penafsiran yakni pada surah al-Mulk.
</description>
<dc:date>2024-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
