<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>E-Skripsi - Pendidikan Islam Anak Usia Dini</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/34</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 11:59:54 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-16T11:59:54Z</dc:date>
<item>
<title>PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU NURUL ‘ILMI 1 TENGGARONG</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5471</link>
<description>PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU NURUL ‘ILMI 1 TENGGARONG
MAISYARAH, NANA
Nana Maisyarah, 2022. “Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun melalui Permainan Ular Tangga di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Nurul ‘Ilmi 1 Tenggarong”. Skripsi, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Jurusan Pendidikan Madrasah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Dr. Hj. Robingatin, M.Ag. sebagai dosen pembimbing I dan Ibu Amalia Nur Aini, M.Pd. sebagai dosen pembimbing II.&#13;
&#13;
Latar belakang terangkatnya penelitian ini karena kurangnya kemampuan motorik kasar anak dalam permainan ular tangga. Di dalam kelas dari 14 anak hanya 2 orang anak yang mampu. Hal ini disebabkan adanya pandemi Covid-19 yang mewabah seluruh tanah air, sehingga anak-anak hanya belajar dari rumah dan bermain di rumah bersama keluarga. Saat pandemi, proses belajar mengajar sangat kurang maksimal karena kurangnya inovasi atau variasi guru dalam menyampaikan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran merupakan hal yang penting dan sangat menentukan berhasil tidaknya proses belajar. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah permainan tradisional ular tangga.&#13;
&#13;
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan 4 kali pertemuan, satu siklus ada 2 kali pertemuan. Penelitian diperoleh dari pengumpulan data melalui observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data ada empat aspek yaitu kemampuan melompat, kelincahan bermain, melempar dadu, dan keseimbangan badan.&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode permainan ular tangga dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, dapat dilihat dari hasil yang dicapai dari setiap siklus. Aspek penilaian kemampuan melompat pada awal pratindakan 28% meningkat menjadi 35% pada siklus I dan 81% pada siklus II. Aspek penilaian kemampuan kelincahan pada awal pratindakan 14% meningkat menjadi 49% pada siklus I dan 78% pada siklus II. Aspek penilaian kemampuan melempar pada awal pratindakan 50% meningkat menjadi 71% pada siklus I dan 96% pada siklus II. Aspek penilaian kemampuan keseimbangan badan pada awal pratindakan 28% meningkat menjadi 53% pada siklus I dan 92% pada siklus II. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui permainan ular tangga dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK tersebut.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jul 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5471</guid>
<dc:date>2022-07-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>STRATEGI PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA KELAS B2 DI RAUDHATUL ATHFAL ASY SYAUQI  TENGGARONG</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5454</link>
<description>STRATEGI PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA KELAS B2 DI RAUDHATUL ATHFAL ASY SYAUQI  TENGGARONG
MALIDAH, RINI JUNENTI
Rini Junenti Malidah, 2023. “Strategi Pengembangan Motorik Kasar pada Kelas B2 di Raudhatul Athfal Asy Syauqi Tenggarong.” Skripsi, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Jurusan Pendidikan Madrasah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Dr. Lina Revilla Malik, M.Si selaku pembimbing I dan Ibu Sunanik, M.Pd.I selaku pembimbing II.&#13;
&#13;
Latar belakang penelitian ini adalah lincahnya anak didik dalam melakukan kegiatan pengendalian gerak pada tubuh, di mana kegiatan ini memerlukan kekuatan pada otot tangan, kaki, dan lengan. Dalam hal ini anak mampu melakukan kegiatan dengan maksimal dari awal hingga akhir kegiatan melalui kegiatan lompat tali, bermain bola futsal, serta gerak dan lagu. Keberhasilan seorang guru dalam menstimulasi pengembangan motorik kasar pada anak membuat penulis tertarik untuk mengetahui strategi seperti apa yang diberikan guru terkait pengembangan motorik kasar tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi pengembangan motorik kasar pada kelas B2 di Raudhatul Athfal Asy Syauqi Tenggarong serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi pengembangan motorik kasar pada kelas B2 di Raudhatul Athfal Asy Syauqi Tenggarong.&#13;
&#13;
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sumber data terdiri dari dua jenis, yaitu sumber data primer melalui wawancara dan sumber data sekunder yang meliputi guru, kepala sekolah, dokumentasi, serta dokumen pendukung lainnya. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah kerja Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan motorik kasar pada kelas B2 di Raudhatul Athfal Asy Syauqi Tenggarong yang dilakukan oleh guru adalah strategi melalui bermain serta gerak dan lagu. Kegiatan bermain yang dilakukan berupa bermain lompat tali serta bermain futsal. Kegiatan bermain yang dilakukan di dalamnya terdapat komponen pembelajaran berupa tujuan, tempat, metode, dan penilaian yang akan dilakukan guru. Faktor pendukung terkait dengan sarana dan prasarana yang telah disiapkan serta kegiatan yang dilakukan menyenangkan sehingga mudah diterima oleh anak, sedangkan faktor penghambat terkait dengan lingkungan yang tidak kondusif dan ketidakhadiran peserta didik.
</description>
<pubDate>Mon, 01 May 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5454</guid>
<dc:date>2023-05-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA DI TK TERATAI LOA KULU KABUPATEN KUTAI  KARTANEGARA</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5259</link>
<description>PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA DI TK TERATAI LOA KULU KABUPATEN KUTAI  KARTANEGARA
KUSUMANINGTYAS, MEIDITHA
Meiditha Kusumaningtyas, 2025. “Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka di TK Teratai Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Madrasah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Wildan Saugi, M.Pd. dan Sunanik, M.Pd.I.&#13;
&#13;
Latar belakang dari penelitian ini adalah pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang menekankan pada pengembangan potensi setiap anak didik sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik individu mereka. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu prinsip utama untuk mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka di TK Teratai Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, serta mengetahui faktor penghambat, pendukung, dan strategi yang diterapkan dalam mengatasi faktor yang muncul.&#13;
&#13;
Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang menjadi acuan pengumpulan data terdiri dari kepala sekolah, guru kelas B1, dan siswa kelas B1. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, triangulasi waktu, dan triangulasi teknik. Teknik analisis data dalam penelitian ini ialah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di TK Teratai Loa Kulu, guru mampu melakukan: (1) Perencanaan, guru kelas B1 merancang pembelajaran berdasarkan latar belakang, minat, dan kebutuhan anak serta menyusun modul ajar sesuai prinsip diferensiasi; (2) Pelaksanaan pembelajaran, guru melaksanakan 3 aspek berdiferensiasi yaitu: Aspek Konten, menyediakan berbagai media seperti video, teks, dan contoh konkret yang sesuai dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik; Aspek Proses, mengelompokkan anak berdasarkan kebutuhan dan minat, menyediakan 5 jenis kegiatan bermain yaitu kegiatan menggunting pola buah pisang, menghitung buah pisang menggunakan kancing baju, melengkapi pola kata “pisang” menggunakan bahan loose part, menebalkan pola buah dan mewarnai buah pisang, serta proyek membangun pasar buah, serta memberikan pilihan tugas dan proyek yang sesuai dengan kemampuan serta kecepatan belajar masing-masing anak; Aspek Produk, hasil karya yang dihasilkan oleh anak berbeda-beda sesuai dengan minat dan kemampuannya pada instruksi yang diberikan oleh guru. Evaluasi dilakukan guru melalui refleksi serta penilaian menggunakan ceklis dan portofolio untuk menilai perkembangan anak secara komprehensif. Faktor pendukung pembelajaran berdiferensiasi di TK Teratai Loa Kulu meliputi kerjasama antara kepala sekolah, guru, dan orang tua. Faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu dan dukungan orang tua. Strategi dalam mengatasi hambatan, TK Teratai Loa Kulu berkomitmen untuk berkolaborasi dengan orang tua.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5259</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PERAN GURU PENDAMPING DALAM PEMBELAJARAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI TK ISLAMIC CENTER SAMARINDA</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5049</link>
<description>PERAN GURU PENDAMPING DALAM PEMBELAJARAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI TK ISLAMIC CENTER SAMARINDA
PUSPITA, DELLA
Della Puspita, 2024. “Peran Guru Pendamping Dalam Pembelajaran Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di TK Islamic Center Samarinda”. Skripsi, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Jurusan Pendidikan Madrasah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Wildan Saugi, M.Pd selaku pembimbing I dan Ibu Sunanik, M.Pd.I selaku pembimbing II.&#13;
&#13;
Latar belakang dalam permasalahan ini adalah guru pendamping berperan penting dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan menyiapkan kurikulum yang tepat, memberikan motivasi, menciptakan lingkungan inklusif, dan melakukan evaluasi rutin. ABK adalah anak yang mengalami hambatan atau penyimpangan dalam tumbuh kembang, dan memerlukan layanan pendidikan khusus. Dengan dukungan inklusi dan guru pendamping, diharapkan ABK dapat berkembang optimal seperti anak seusianya. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui peran guru pendamping dalam pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus di TK Islamic Center Samarinda.&#13;
&#13;
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Adapun sumber data primer dari penelitian ini adalah guru pendamping 3 orang, koordinator inklusi, dan kepala sekolah. Adapun data sekunder yang digunakan yaitu gambaran umum TK Islamic Center Samarinda seperti profil sekolah, identitas sekolah, visi misi dan struktur organisasi TK Islamic Center Samarinda. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.&#13;
&#13;
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran guru pendamping terdapat pada bagian perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan, guru pendamping berperan dalam perencanaan pembelajaran berupa membuat PPI yang akan digunakan selama proses pembelajaran. Pelaksanaan, guru pendamping sebagai mediator berperan membantu menstimulasi perkembangan anak berkebutuhan khusus, menjadi penghubung antara ABK dan lingkungan sekolah, mengarahkan konsentrasi belajar, dan menjembatani informasi perkembangan ABK dengan orang tua. Guru pendamping sebagai fasilitator, menyediakan fasilitas dan menjembatani ketertinggalan belajar atau sebagai translate materi bagi anak berkebutuhan khusus pada saat pembelajaran berlangsung. Guru pendamping sebagai motivator berperan memberikan dukungan berupa semangat, dorongan dan masukan-masukan yang bisa membangun dan memotivasi anak berkebutuhan khusus. Dan evaluasi, guru pendamping berperan membuat penilaian anak berupa check list yang dijalankan perminggu. Kendala guru pendamping dalam menghadapi anak antara lain, anak mudah cepat bosan, fisik motorik serta kemampuan berbicara anak belum berkembang dengan baik, dan kesulitan dalam menghadapi suasana hati anak yang mudah berubah-ubah sehingga guru pendamping perlu memahami anak lebih lanjut.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Sep 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5049</guid>
<dc:date>2024-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
