<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>PIDATO PENGUKUHAN GURU BESAR</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4674</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 02:24:01 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-14T02:24:01Z</dc:date>
<item>
<title>Fenomena Dakwah Terhimpit Dalam Keluasan</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4681</link>
<description>Fenomena Dakwah Terhimpit Dalam Keluasan
Tahir, Muhammad
Islam adalah agama dakwah1artinya agama yang selalu mendorong pemeluknya untuk senantiasa aktif melakukan kegiatan dakwah. Maju mundurnya umat Islam sangat bergantung dan berkaitan serta dengan kegiatan dakwah yang dilakukannya2 Hal ini dikarenakan aktifitas dakwah akan sangat memperngaruhi berkembang tidaknya ajaran agama Islam di masyarakat. Sebagai agama yang menuntut untuk disampaikan dan disebarkan, maka setiap muslim selalu berada dalam kisaran fungsi dan misi risalah melalui dakwah. Bisa dibayangkan apabila kegiatan dakwah mengalami kelumpuhan yang disebabkan oleh beberapa faktor terlebih di era globalisasi sekarang ini, di mana berbagai informasi masuk begitu cepat dan instan yang tidak dibendung lagi. Umat Islam harus dapat memilah dan menyaring informasi tersebut sehingga tidak bertentangan dengan nilai Islam.
</description>
<pubDate>Sat, 02 Mar 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4681</guid>
<dc:date>2024-03-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Urgensi Konsensus Penetapan Makna Dalam Pluralitas Komunitas Peneliti Hadis</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4680</link>
<description>Urgensi Konsensus Penetapan Makna Dalam Pluralitas Komunitas Peneliti Hadis
Majid, Abdul
Pemahaman terhadap hadis-hadis Nabi Muhammad Saw sejak masa-masa awal Islam dan masa sahabat telah muncul. Situasi ini terus berlangsung pada masa tabi’in, tabi’ tabi’in sampai memasuki era ulama mazhab. Pada masa ini muncul polarisasi terkait dengan pemahaman hadis, yaitu ahli ra’yu sebagaimana diperankan oleh Abu Hanifah dan ahli hadis dipahami oleh Imam Malik. Kondisi ini mampu diselesaikan oleh Muhammad Idris al-Syafi’i sehingga beliau digelari sebagai nashir al-sunnah (pembela sunnah). Imam Syafi’i jugalah yang melakukan sistematisasi ushul fiqih menjadi sebuah ilmu yang sempurna dan berdiri sebagai sebuah disiplin ilmu pada masa itu. Sebagaimana dipahami bahwa ushul fikih sebagai ilmu yang memiliki kontribusi sangat penting sebagai metodologi hukum Islam
</description>
<pubDate>Tue, 28 Nov 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4680</guid>
<dc:date>2023-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Servant Leadership</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4679</link>
<description>Servant Leadership
Zamroni, Zamroni
Servant Leadership merupakan alternatif model kepemimpinan “modern” yang menurut saya sangat layak untuk diimplementasikan dilembaga-lembaga publik terutama Lembaga Pendidikan khususnya Lembaga Pendidikan islam dan pesantren. Kepemimpinan model ini memegang peranan krusial dalam pembentukan karakter Lembaga dan keberhasilan lembaga pendidikan Islam dan pesantren dalam mencapai visinya, model kepemimpinan tersebut adalah Servant leadership, atau biasanya Masyarakat menyebutnya dengan sebutan “Kepemimpinan yang Melayani
</description>
<pubDate>Tue, 28 Nov 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4679</guid>
<dc:date>2023-11-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Artificial Intelligence: Urgensi Pengaturan Dan Tantangannya Di Bidang Industri Halal</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4678</link>
<description>Artificial Intelligence: Urgensi Pengaturan Dan Tantangannya Di Bidang Industri Halal
Iswanto, Bambang
Homo deus-nya Yuval Noah Harari membawa manusia pada suatu narasi, artificial intelligence (AI, kecerdasan buatan) kelak akan menjadi “tokoh” utama dalam peradaban dunia. Bagi Harari, di masa depan, siapa pun (negara, militer, manusia, ekonom, politisi dan lain-lain) yang menguasai data akan mampu menguasai kehidupan. Dia melanjutkan, data-data yang terakumulasi dalam kecerdasan buatan akan menjadi berhala. Sesembahan, sebagaimana diyakini Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan agama-gama lain, bukan lagi zat yang Maha abstrak, melainkan sesuatu yang bisa dibuat oleh manusia yang pada titik tertentu melampaui manusia, bisa dilihat dengan mata, dan mengatur peradaban
</description>
<pubDate>Mon, 19 Feb 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4678</guid>
<dc:date>2024-02-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
