<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>E-Skripsi - Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/48</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 10 May 2026 15:44:44 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-10T15:44:44Z</dc:date>
<item>
<title>RESEPSI USTADZ DAN SANTRI TERHADAP PAKAIAN TAKWA DI PONDOK PESANTREN AT-TAQWA KOTA BANGUN KUTAI  KARTANEGARA  (Studi Atas Kajian Living Qur’an Surah Al - A’raf ayat 26)</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5455</link>
<description>RESEPSI USTADZ DAN SANTRI TERHADAP PAKAIAN TAKWA DI PONDOK PESANTREN AT-TAQWA KOTA BANGUN KUTAI  KARTANEGARA  (Studi Atas Kajian Living Qur’an Surah Al - A’raf ayat 26)
ZIDANE, MUHAMMAD AMIRUL
Muhammad Amirul Zidane, 2023. “Resepsi Ustadz dan Santri Terhadap Pakaian Takwa di Pondok Pesantren At-Taqwa Kota Bangun Kutai Kartanegara (Studi Atas Kajian Living Qur’an Surah Al-‘Araf ayat 26)”. Skripsi, Jurusan Qur’an Hadis, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh H. Bunyamin, Lc., M.A dan Ibnu Khaldun, M.IRKH.&#13;
&#13;
Kehidupan di dunia yang dijalani oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari dua jenis kebutuhan yakni primer dan sekunder yang salah satunya kebutuhan primer yakni pakaian. Pakaian merupakan suatu sarana untuk menutup badan manusia atau dalam agama Islam adalah menutup aurat dan sebagai penghias sehingga manusia bisa memenuhi kebutuhannya yang lain serta bisa bersosial dengan masyarakat sekitar. Maka latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam mengenai resepsi ustadz dan santri terhadap pakaian takwa di Pondok Pesantren At-Taqwa Kota Bangun Kutai Kartanegara (studi atas kajian Living Qur’an Surah Al-‘Araf ayat 26) yang mana makna daripada pakaian takwa ini digunakan oleh para ustadz dan santri di pondok tersebut.&#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan metode field research yakni penelitian lapangan, dengan lokasinya adalah di Pondok Pesantren At-Taqwa Kota Bangun Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, dengan menekankan pada sumber data primer informan yaitu Ustadz Ahmad Marzuki selaku pengasuh Pondok Pesantren At-Taqwa serta empat narasumber santri yang ada di Pondok Pesantren At-Taqwa. Sebagai sumber kedua sekunder yaitu skripsi, artikel, buku, maupun jurnal yang berhubungan dengan penelitian ini.&#13;
&#13;
Hasil dari penelitian ini adalah makna dari Libās at-Taqwā atau pakaian takwa yang terdapat di Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 26 dari pandangan ustadz beserta santri adalah pakaian yang digunakan untuk menjalankan perintah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pakaian tersebut terbagi menjadi dua bagian yakni pakaian menurut fatwa dan pakaian menurut takwa. Pakaian menurut fatwa yakni pakaian yang menutup aurat. Batasan aurat laki-laki dari lutut sampai pusat, sedangkan batasan aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya terkecuali muka serta telapak tangan. Sedangkan pakaian takwa adalah pakaian yang standar iman dan kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, pakaian yang dicontohkan oleh Nabi kita Sayyiduna Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Pakaian yang tidak menutup aurat saja, akan tetapi pakaian takwa yang mengantarkan kita untuk taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Mar 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5455</guid>
<dc:date>2023-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>KOSMOLOGI PENCIPTAAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN  DALAM TAFSIR MAQĀṢIDĪ  (RESPON TERHADAP KESETARAAN GENDER)</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5441</link>
<description>KOSMOLOGI PENCIPTAAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN  DALAM TAFSIR MAQĀṢIDĪ  (RESPON TERHADAP KESETARAAN GENDER)
HASANAH, NURUL
Nurul Hasanah, 2023. “Kosmologi Penciptaan Laki-Laki dan Perempuan dalam Tafsir Maqāṣidī (Respon Terhadap Kesetaraan Gender)”. Skripsi, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Mursalim, M.Ag. dan Ibnu Khaldun, M.IRKH.&#13;
&#13;
Kesetaraan gender (gender equality) merupakan sebuah konsep yang dibawa oleh kaum feminis yang bertujuan untuk menuntut kesamaan hak dan peran perempuan yang telah mendapat diskriminasi dari laki-laki akibat adanya budaya patriarki. Namun, hadirnya kelompok feminis liberal dan radikal membuat konsep ini semakin mengarah pada tuntutan atas teks Al-Qur’an yang dinilai bias gender seperti kepemimpinan, hak waris, menjadi imam salat, serta fitrah sebagai istri dan ibu. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara laki-laki dan perempuan melalui interpretasi kosmologi Islam dan metode maqāṣidī untuk menemukan hikmah di balik perbedaan tersebut.&#13;
&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif-deskriptif. Adapun objek penelitian ini adalah QS. An-Nisā’ 4:1, QS. An-Nisā’ 4:34, dan QS. Al-Hujurat 49:13 yang kemudian dikaji dalam beberapa kitab yang terdapat metode maqāṣidī, yaitu di antaranya Tafsir Fī Ẓilāl Al-Qur’an, Tafsir Mafātih Al-Ghaib, Tafsir Al-Jāmi’ li Ahkām Al-Qur’an, Al-Nukat wa Al-‘Uyūn, dan Fusūs Al-Hikam. Pemilihan kitab-kitab tersebut didasarkan atas observasi peneliti sebelumnya yang menemukan adanya maqāṣid dalam penafsirannya. Skripsi ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi dan studi dokumentasi yang kemudian diakhiri dengan penguraian data dan penjabaran dalam kesimpulan.&#13;
&#13;
Melalui penelitian ini ditemukan penjelasan dalam beberapa kitab tafsir yang menggunakan metode maqāṣidī bahwa terdapat perbedaan dari aspek gender maupun biologis antara laki-laki dan perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan keduanya dengan fitrah yang berbeda-beda agar keduanya saling melengkapi untuk menjalankan dan memelihara peran serta fungsi dirinya masing-masing (ḥifẓ al-nafs) sehingga tercipta hubungan keterikatan antar keduanya. Adanya keterikatan tersebut juga bertujuan untuk menjaga keturunan (ḥifẓ al-nasl) yang akan dihasilkan apabila keduanya menjalankan peran dan fungsi yang telah menjadi fitrah bagi mereka, serta menjaga keharmonisan rumah tangga tersebut (ḥifẓ al-salāmah).&#13;
&#13;
Dalam ilmu kosmologi, manusia (laki-laki dan perempuan) memiliki korelasi dengan jagat raya (kosmik). Penciptaan alam semesta merupakan manifestasi dari sifat jalāl dan jamāl Allah SWT, begitu pun dengan manusia. Maka, apabila perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan berusaha untuk disetarakan dengan maksud bahwa mereka tidak saling membutuhkan karena dianggap sama dan setara dalam segala hal, maka akan terjadi ketidakstabilan dalam tatanan kosmik sehingga menyebabkan kehidupan akan punah.
</description>
<pubDate>Tue, 01 Mar 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5441</guid>
<dc:date>2022-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>KAJIAN TAFSIR SURAH AL-FATIHAH DI YOUTUBE  (Analisis Tafsir Audiovisual)</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5425</link>
<description>KAJIAN TAFSIR SURAH AL-FATIHAH DI YOUTUBE  (Analisis Tafsir Audiovisual)
ANAM, ROHMAT KHOIRUL
Rohmat Khoirul Anam, 2023. “Kajian Tafsir Surah Al-Fatihah di YouTube (Analisis Tafsir Audiovisual).” Skripsi, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushluhuddin, Adab, dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Abdul Majid, M.A. dan Dr. H. Fuad Fansuri, Lc., M.Th.I.&#13;
&#13;
Kajian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan sudut pandang baru yang dapat dilihat pada media tafsir. Media yang digunakan untuk menyampaikan kajian tafsir kepada audiensi akan memiliki dampak besar terhadap perubahan gaya dan sifat kajian tafsirnya. Dengan kajian tafsir pada objek yang sama, akan dapat berubah karakter dan kata-katanya ketika dipindahkan dari satu media tafsir ke media tafsir yang lainnya. Perubahan media tafsir ini akan sedikit banyaknya mempengaruhi perubahan kepenulisan, audiensi, topik, dan gaya penafsiran.&#13;
&#13;
Jenis penelitian ini merupakan kajian lapangan virtual dengan data utama diperoleh dari video unggahan di kanal YouTube yang mirip dengan perpustakaan digital. Namun, itu tidak bisa disebut sebagai penelitian perpustakaan biasa, melainkan ditujukan kepada penelitian lapangan secara penuh. Alasan jenis kajian (lapangan virtual) ini muncul dan digunakan adalah sebagai berikut: setelah mengamati video-video yang berasal dari klub tafsir nyata yang diadakan oleh beberapa komunitas di suatu tempat, kemudian diunggah oleh orang atau organisasi di kanal YouTube. Pada saat yang sama, pengamat (audiensi) dapat berinteraksi langsung dengan pengamat lain atau bahkan pemilik kanal melalui kolom komentar. Sebagian besar, tafsiran pop virtual membentuk komunitas baru di luar komunitas pertama mereka di kehidupan nyata yang disebut komunitas virtual. Keberadaan komunitas virtual memaksa kita untuk menerima jenis penelitian lapangan baru bernama penelitian lapangan virtual. Metode kualitatif digunakan untuk menyimpulkan pernyataan akhir yang akan ditulis dalam bentuk narasi.&#13;
&#13;
Adapun perolehan hasil dalam kajian ini adalah bahwa sedikit banyaknya dai-dai akan memiliki persamaan dan perbedaan dalam beberapa aspek penafsiran. Dalam persamaan penafsiran, hasil yang diberikan akan memberikan dampak pada kredibilitas tafsiran yang semakin kuat. Adapun dalam perbedaan, jika perbedaan tersebut tidak diselubungi oleh kepentingan-kepentingan pihak tertentu, dan hanya untuk menjelaskan maksud-maksud yang ingin disampaikan Tuhan, maka perbedaan tafsir akan memberikan ragam informasi yang bisa saling membangun dan menjelaskan, sehingga informasi yang didapatkan akan lebih lengkap dan komprehensif. Sebagaimana sifat Al-Qur’an itu sendiri yaitu memiliki mukjizat, yang mana di dalam satu ayat Al-Qur’an dapat memberikan penafsiran terhadap ayat Al-Qur’an yang lainnya.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jun 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5425</guid>
<dc:date>2023-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>RESEPSI ORANG TUA DAN SANTRI TERHADAP METODE TALAQQI DI RUMAH TAHFIZH BALITA HAFIDZAH QUR'ANI (RHQ)  SAMARINDA  (Studi Living Qur’an Metode Talaqqi)</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5398</link>
<description>RESEPSI ORANG TUA DAN SANTRI TERHADAP METODE TALAQQI DI RUMAH TAHFIZH BALITA HAFIDZAH QUR'ANI (RHQ)  SAMARINDA  (Studi Living Qur’an Metode Talaqqi)
MUSFITASARI, FUJI RIANINGTYAS
Fuji Rianingtyas Musfitasari, 2023. “Resepsi Orang Tua dan Santri Terhadap Metode Talaqqi di Rumah Tahfizh Balita Hafidzah Qur’ani (RHQ) Samarinda”. Skripsi, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Dr. H. M. Abzar D., M.Ag. dan Ibnu Khaldun, M.IRKH.&#13;
&#13;
Dalam menghafal Al-Qur’an memerlukan suatu teknik dan metode yang dapat memudahkan proses penghafalan tersebut. Salah satunya yaitu menggunakan metode talaqqi. Metode talaqqi ialah metode yang berinteraksi secara langsung antara guru dengan muridnya dalam menghafal Al-Qur’an. Kelebihan metode talaqqi adalah guru dapat langsung mengoreksi bacaan anak agar tidak salah dalam membunyikan huruf dan anak dapat melihat gerakan bibir guru dalam mengucapkan makharijul huruf. Kekurangan metode talaqqi ialah tidak dapat dilakukan dalam jumlah santri yang banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana resepsi dari orang tua dan santri terhadap metode talaqqi di Rumah Tahfizh Balita Hafidzah Qur’ani (RHQ) Samarinda.&#13;
&#13;
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif studi Living Qur’an. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ini yaitu kepala sekolah dan dua pengajar RHQ Samarinda, serta responden pada penelitian ini yaitu orang tua dan santri RHQ Samarinda. Untuk uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dan teknik. Adapun analisis data berupa pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi orang tua mengatakan metode talaqqi sangatlah efektif dan bagus digunakan untuk menghafal Al-Qur’an, bahwasannya metode talaqqi lebih mudah digunakan untuk menghafal Al-Qur’an. Sedangkan resepsi santri mengatakan belajar di RHQ sangatlah menyenangkan dan asyik dikarenakan cara mengajar yang berbeda dari guru di RHQ Samarinda sehingga membuat santri tidak merasakan bosan. Selain itu, juga terdapat pembahasan resepsi terhadap metode talaqqi sebagai metode menghafal Al-Qur’an yaitu resepsi fungsional yang terdiri dari informatif yang menunjukkan bahwa penggunaan metode talaqqi terkesan lebih efektif, dan performatif bahwasannya menggunakan metode talaqqi untuk menghafal Al-Qur’an dianggap sebagai media yang cukup efektif karena menggunakan indera penglihatan dan pendengaran. Resepsi eksegesis sebagai tindakan menerima Al-Qur’an seperti pada saat dibaca, dipahami, kemudian diajarkan. Resepsi estetis menunjukkan bahwa Al-Qur’an dipandang sebagai teks suci yang memiliki keindahan dan nilai estetika, resepsi ini juga bertujuan menunjukkan bahwa keindahan yang terdapat dalam Al-Qur’an benar-benar atraktif dan inheren.
</description>
<pubDate>Tue, 01 Mar 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5398</guid>
<dc:date>2022-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
