<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/719</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 14:47:10 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-23T14:47:10Z</dc:date>
<item>
<title>Dekapan Mimpi di Jalur Gaza (Puisi untuk Negeri yang Dirindukan)</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4582</link>
<description>Dekapan Mimpi di Jalur Gaza (Puisi untuk Negeri yang Dirindukan)
Pranajaya, Syatria Adymas; Dkk
Buku ini menggambarkan bagaimana setiap warga Gaza tidak hanya melawan penjajah fisik, tetapi juga penjajah yang ada dalam pikiran dan hati mereka sendiri. Dengan menggenggam erat mimpi akan kebebasan dan kedamaian, mereka menunjukkan kepada dunia bahwa ketabahan dan ketahanan tak terkalahkan dihadapan segala rintangan
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4582</guid>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Menyemai Renjana, Memendar Senjana (Antologi Ungkapan Perasaan dan Doa Guru Semasa Corona)</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4508</link>
<description>Menyemai Renjana, Memendar Senjana (Antologi Ungkapan Perasaan dan Doa Guru Semasa Corona)
111 Guru Indonesia; Pranajaya, Syatria Adymas; dkk
Buku Antologi ini merupakan bentuk ungkapan perasaan mendalam, doa, cinta kasih, kepedulian, apresiasi dan donasi para penulis seluruh Indonesia terhadap semua pihak yang telah berjibaku melawan corona agar segera sirna. Penulis yang tulus sejumlah 111 orang telah melahirkan puisi sebanyak 555 judul. Sekali lagi, buah karya ini didedikasikan untuk para pejuang di garda terdepan dalam penanganan covid‐19. Merekalah para Pahlawan Kemanusiaan saat pandemi corona yang melanda bangsa tercinta ini.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4508</guid>
<dc:date>2020-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pesona Desa Tanah Datar di Kalimantan Timur</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4507</link>
<description>Pesona Desa Tanah Datar di Kalimantan Timur
Pranajaya, Syatria Adymas; Rahmat, Eko; Ramadhan, Romi; Gusti, Andi; Ahla, Annisa; Fitriah, Fitriah; Muhaziroh, Fita; Mawaddah, Mawaddah; Sandini, Sandini; Ayu, Ridha
Adapun, buku ini telah selesai kami susun semaksimal dan sebaik mungkin agar dapat memberikan manfaat bagi pembaca yang membutuhkan informasi dan pengetahuan terkait pesona Desa Tanah Datar di Kalimantan Timur. Penulis penuh kesadaran, bahwa mungkin masih banyak kekhilafan serta kekeliruan yang tentu saja jauh dari sempurna tentang buku ini. Oleh sebab itu, penulis mohon agar pembaca dapat memberikan masukan dan juga saran yang membangun terhadap karya buku ini agar penulis dapat terus meningkatkan kualitas buku ini dan buku-buku lainnya. Demikian buku ini penulis dedikasikan untuk semua pembaca, terima kasih dan wassalam.
</description>
<pubDate>Tue, 01 Nov 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4507</guid>
<dc:date>2022-11-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pekik Merdeka (Kumpulan Puisi)</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4506</link>
<description>Pekik Merdeka (Kumpulan Puisi)
45 Penyair Nusantara; Pranajaya, Syatria Adymas
Kemerdekaan adalah anugerah yang patut disyukuri. Beratus tahun dalam masa penjajahan telah memilukan penderitaan rakyat Indonesia. Dengan rahmat dan kuasa-Nya negara kita merdeka, setelah perjuangan berkobar mempertaruhkan nyawa, harta, dan segalanya. Pekik Merdeka berseru untuk kejayaan Indonesia. Maka, hanya Allah SWT, Tuhan Mahakuasa yang telah memberikan negara kita ini bebas dari penderitaan. Mengisi kemerdekaan adalah tugas dan tanggung jawab generasi penerus pendiri bangsa. Kita wajib menghargai dan mengabadikan setiap peluh perjuangan, cucuran darah pengorbanan serta setiap helaan napas pejuang yang mengepalkan tangan meraih kemerdekaan ini. Tidak ada balasan yang bisa kita berikan, selain mendoakan para pejuang bangsa wafat dalam syahid, membela negara yang dicintai. Dalam upaya mengenang dan terus menggelorakan semangat juang para pahlwan bangsa, para guru nusantara yang gigih dan semangat berkarya, berpadu mengabadikan pekik merdeka yang pernah digelorakan para pejuang bangsa. Maka lahirlah karya kecil ini sebagai wujud kecintaan kepada pahlawan dan bangsa kita. Antologi puisi Pekik Merdeka, disajikan dengan bahasa yang renyah dan kobaran &#13;
semangat 45 yang membahana. Buku ini adalah kumpulan semangat para guru, pendidik bangsa yang turut hormat dan bangga kepada pahlawan yang telah gugur di medan laga. Buku ini dikemas dengan apik, diksi yang memukau, dan bait indah berima yang dapat memanjakan imajinasi pembacanya. Seakan kembali ke masa silam penuh kobaran api semangat perjuangan. Selamat buku ini berada di tangan pembaca. Gelorakan semangat juang pahlawan bangsa untuk menggelorakan literasi bangsa. Selamat membaca
</description>
<pubDate>Sun, 01 Aug 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/4506</guid>
<dc:date>2021-08-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
