<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Repository UINSI Samarinda</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id:80</link>
<description>The DSpace digital repository system captures, stores, indexes, preserves, and distributes digital research material.</description>
<pubDate xmlns="http://apache.org/cocoon/i18n/2.1">Mon, 09 Mar 2026 15:54:09 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-03-09T15:54:09Z</dc:date>
<item>
<title>NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM NASKAH PANJI SALATIN (Refleksi Filologis Manuskrip Kesultanan Kutai Kartanegara)</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5500</link>
<description>NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM NASKAH PANJI SALATIN (Refleksi Filologis Manuskrip Kesultanan Kutai Kartanegara)
Iskandar, Iskandar; Materan, Materan
Manuskrip Panji Salatin merupakan salah satu warisan budaya yang sangat penting dalam sejarah kesultanan Kutai Kartanegara. Manuskrip yang lahir pada masa pemerintahan Pangeran Aji Sinum Panji Mendapa (1635-1650) ini berisi undang-undang kesultanan dan menjadi awal yang paling menentukan dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan nilai kearifan lokal yang ada di dalam naskah Panji Salatin. Penelitian ini didasarkan pada refleksi filologis dengan pendekatan historis fenomenologis untuk menginterpretasi teks. Sumber data yang digunakan berupa salinan manuskrip undang-undang Panji Salatin yang tersimpan di Museum Mulawarman Tenggarong Kutai Kartanegara. Hasil analisis terhadap unit-unit teks yang terdapat dalam manuskrip Panji Salatin menunjukkan, bahwa: 1). agama dan budaya menjadi sumber norma dan etika yang saling berdampingan (syara’ menaiki-adat menuruni), maka corak agama menjadi terbuka untuk budaya 2). Raja/Sultan harus menjadi simbol pengayom bagi rakyat, dan rakyat harus setia pada raja/Sultan, maka berlaku kaidah “agama rakyat adalah agama raja”, 3). Raja/sultan dan para bawahannya sama-sama tunduk pada sistem musyawarah mufakat bersama ulama. Semua memiliki kedudukan yang sama di depan hukum. Prinsip kesatuan dan kebersamaan ini mengandung relasi yang sangat kuat dengan upacara budaya turun-temurun, yaitu “erau” sebagai pesta, tidak hanya bagi rakyat, tapi bahkan sebagai simbol justifikasi kekuatan sultan/raja.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5500</guid>
<dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Integrative Curriculum Framework for Practical Qur’anic-Based Educational Economic Development</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5499</link>
<description>Integrative Curriculum Framework for Practical Qur’anic-Based Educational Economic Development
Iskandar, Iskandar; Materan, Materan; Syamsi, Nur
Penelitian ini mengkaji implementasi dan dampak kurikulum terpadu berbasis Al-Qur'an dalam penguatan literasi keuangan syariah di kalangan santri dalam pesantren dalam konteks minoritas Muslim. Pemisahan antara ajaran etika Islam dan praktik ekonomi sehari-hari telah berkontribusi pada kerentanan keuangan, perilaku konsumtif, dan pengambilan keputusan etis yang lemah di kalangan pemuda Muslim, terutama di mana akses ke lembaga keuangan Islam terbatas. Dengan menggunakan desain Participatory Action Research (PAR) kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, diskusi kelompok terfokus, pre dan post-test, dan dokumentasi, serta dianalisis secara tematik dengan triangulasi metodologis. Temuan ini mengungkapkan tiga hasil utama. Pertama, siswa awalnya menunjukkan literasi keuangan Islam yang rendah yang ditandai dengan pemahaman ritualistik, normalisasi utang, dan kerentanan terhadap konsumerisme yang didorong oleh media sosial. Kedua, model pembelajaran terpadu berbasis Al-Qur'an secara efektif meningkatkan kejelasan konseptual dan kesadaran etis siswa dengan menghubungkan nilai-nilai alkitabiah, praktik reflektif, dan kasus ekonomi kontekstual. Ketiga, intervensi menghasilkan transformasi berkelanjutan dalam nilai, sikap, dan perilaku, termasuk kehati-hatian etis terhadap utang, pilihan keuangan yang bertanggung jawab, dan strategi ekonomi berbasis komunitas yang adaptif. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dengan menerjemahkan kesatuan pengetahuan ke dalam praktik kurikulum terapan dan secara praktis dengan menawarkan model yang dapat direplikasi untuk pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren. Studi di masa depan direkomendasikan untuk menggunakan desain longitudinal untuk menilai daya tahan perubahan perilaku.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5499</guid>
<dc:date>2025-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Negotiating The Authority of Female Ulama in the Reinterpretation of the Qur'an in Islamic Family Law in East Kalimantan</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5498</link>
<description>Negotiating The Authority of Female Ulama in the Reinterpretation of the Qur'an in Islamic Family Law in East Kalimantan
Zainuddin, Iskandar; Thobroni, Ahmad Yusam; Rosyadi, Muhammad Arief Ridha; Lahmuddin, Fakhruddin; Qardlawi, Muhammad Yusuf
Perdebatan terhadap pemiliki otoritas dalam penafsiran al-Quran kontemporer seputar hukum keluarga Islam masih sering dipermasalahkan terutama bagi ulama perempuan. Artikel ini mengkaji bagaimana ulama perempuan di Kalimantan Timur menegosiasikan otoritas keagamaan melalui reinterpretasi Al-Qur'an guna mentransformasi pemahaman dan praktik hukum keluarga Islam. Dengan menggunakan desain mixed-methods konvergen, penelitian ini memadukan analis kuantitatif dari 30 ulama perempuan yang dipilih secara purposif di lima kabupaten/kota. Kemudian metode kualitatif yang berasal dari wawancara mendalam dari para pakar tafsir dan hukum keluarga Islam dianalisis dengan teori maqāṣid al-sharīʿah. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa 86,7% partisipan secara aktif melakukan reinterpretasi progresif terhadap teks-teks Al-Qur'an terkait isu-isu krusial hukum keluarga, meliputi mahar, cerai gugat (khulʿ), hak asuh anak (ḥaḍānah), dan harta bersama. Analisis statistik menunjukkan korelasi signifikan (p &lt; 0,05) antara latar belakang pendidikan hibrida—yang mengintegrasikan pendidikan pesantren dengan perguruan tinggi Islam modern—dan kecenderungan lebih kuat untuk menantang paradigma penafsiran konvensional. Penafsiran Al-Qur'an tidak sekadar berfungsi sebagai praktik teologis, melainkan juga sebagai proses negosiasi otoritas keagamaan melalui penalaran kontekstual, maqāṣid al-sharīʿah, dan hermeneutika intertekstual. Artikel ini berkontribusi pada khazanah keilmuan tentang feminisme Islam, otoritas keagamaan, dan pluralisme hukum di Indonesia, sekaligus menyoroti dinamika akar rumput dalam reformasi hukum keluarga Islam.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5498</guid>
<dc:date>2026-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>MINIATUR AL-QUR’AN : Menguak Surat Pembuka:</title>
<link>http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5497</link>
<description>MINIATUR AL-QUR’AN : Menguak Surat Pembuka:
Iskandar, Iskandar
Sesuai dengan judulnya, buku ini memuat telaah penting, meliputi latar belakang Surat al-Fatihah, kosa kata dan analisa semantik, isi pokok dan penjelasan, serta beberapa implikasi filosifis dan fenomenologis lainnya. Kesemuanya mengandalkan beberapa referensi Tafsir mu’tabar, dianalisa secara ilmiah dan kemudian “dikemas” secara lebih interaktif.&#13;
Mengingat bahwa buku kecil ini semula merupakan percikan bahan perkuliahan yang pernah disampaikan kepada sejumlah Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) dan IAIN , khususnya Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) Tafsir dan Tafsir Ayat-ayat Tarbawiy, maka setidaknya buku ini dapat menjadi referensi awal bagi mahasiswa, sekaligus bahan “santapan” rohani, terutama bagi kalangan umum yang merasa akrab dengan khazanah kitab sucinya, Alquran.&#13;
Tulisan ini adalah sebuah ekspresi kecintaan naif seorang hamba terhadap kitab sucinya, di tengah kedalaman samudera al-Fatihah yang terbentang luas. Karenanya, segala saran dan kritik, tentunya sangat penulis harapkan demi kesempurnaan buku ini di masa-masa yang akan datang. Dengan tanpa berkecil hati, penulis tetap berharap: Semoga upaya ini bermanfaat adanya. Kepada Allah jualah kita kembalikan segala kesempurnaan.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Aug 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.uinsi.ac.id/handle/123456789/5497</guid>
<dc:date>2022-08-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
