PARENT ATTACHMENT PADA REMAJA HOMOSEKSUAL DI KOTA SAMARINDA
Abstract
Riska Magfirah, 2024. “Parent Attachment pada Remaja Homoseksual di Kota Samarinda.” Skripsi, Jurusan Pemberdayaan Masyarakat Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Universitas Islam Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Abubakar Idham Madani M.Ag. dan Rini Fitriani Permatasari, S.Psi., M.A.
Parent Attachment merupakan sebuah kaitan emosional kuat yang dibangkitkan oleh anak melalui jalinan individu yang memiliki kaitan khusus dalam kehidupan, yaitu orang tua. Remaja merupakan masa dimana terjadinya proses perkembangan yang meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual, serta perubahan dalam hubungan orang tua dan cita-cita anak, pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan. Homoseksual merupakan orientasi seksual atau kecenderungan seksual kepada individu sesama jenis kelamin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana parent attachment pada remaja homoseksual di kota Samarinda.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Penelitian ini melibatkan remaja homoseksual yang berada di kota Samarinda. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan, mereduksi data, menyajikan data, kemudian penarikan kesimpulan yang sudah didapatkan melalui proses observasi dan wawancara. Penelitian menggunakan teknik pemeriksaan keabsahan data dengan cara ketekunan pengamatan dan triangulasi sumber dengan tujuan meningkatkan kekuatan teoritis dan metodologi dari penelitian kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu penyebab remaja memilih menjadi seorang homoseksual disebabkan hubungan kelekatan dengan orang tua. Dinilai dari aspek-aspek parent attachment yaitu kepercayaan, komunikasi, dan keterasingann. Serta faktor yang mempengaruhi parent attachment pada remaja homoseksual yaitu faktor pengasuhan anak dan komposisi keluarga, dapat memicu remaja menjadi homoseksual. Pada Aspek-aspek yaitu pertama aspek kepercayaan, kelekatan emosional yang tidak baik dilihat dari hubungan orang tua dan anak yang tidak memiliki rasa nyaman, orang tua yang tidak memperhatikan perkembangan kehidupan anak, serta tidak memiliki rasa hangat ketika bersama. Kemudian pada aspek komunikasi, kelekatan emosional anak dan orang tua dilihat bagaimana anak dalam mengungkapkan perasaannya serta masalah yang dialami tanpa takut untuk mengutarakan kepada orang tuanya. Dan pada aspek terakhir yaitu keterasingan, kelekatan emosional anak dan orang tua dilihat pada sikap anak yang merasa aman ketika berada bersama orang tuanya. Selain dinilai dari aspek-aspek, remaja menjadi homosekual dilihat juga dari Faktor parent attachmentnya yaitu ada Pengasuhan anak, dimana kelekatan emosional dilihat dari pola asuh yang diterapkan oleh orang tua, mendidik, menjaga dan melindungi, serta pemberian edukasi seksual pada anak, kemudian ada komposisi keluarga, kelekatan emosional terbentuk ketika anak merasa diabaikan oleh orang tua, orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak, serta orang tua dengan ketidakpekaan pada kehidupan anak.