TANTANGAN DAN DINAMIKA HUBUNGAN ANTARA MERTUA DAN MENANTU SERUMAH (Studi Pada Kehidupan Rumah Tangga Di Kelurahan Teritip Balikpapan Timur)
Abstract
Ahmad Altafiah, 2022. “Tantangan dan Dinamika Hubungan Antara Mertua dan Menantu Serumah (Studi Pada Kehidupan Rumah Tangga di Kelurahan Teritip Balikpapan Timur)”. Tesis. Program Hukum Keluarga Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. H. Ashar Pagala, M.H.I, sebagai pembimbing I dan Dr. Edy Murdani.Z, M.Pd, sebagai pembimbing II.
Latar belakang penelitian tentang hidup serumah dengan mertua merupakan fenomena yang cukup umum di berbagai budaya, terutama di Asia, termasuk di Indonesia. Lebih khusus di Balikpapan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah tantangan dan dinamika yang muncul dalam situasi keluarga yang hidup serumah dengan mertua yang terjadi di Kelurahan Teritip Balikpapan Timur dengan beberapa rumusan masalah di antaranya tantangan dan dinamika serta terciptanya kesetaraan antara mertua dan menantu di Kelurahan Teritip Balikpapan Timur.
Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data primer dan sekunder yang dilakukan di Kelurahan Teritip yaitu masyarakat Teritip yang penyebab terjadinya dinamika antara mertua dan menantu. Adapun sumber datanya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data data reduction, data display dan conclusion.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi antara lain perbedaan generasi, perbedaan gaya hidup dan kebiasaan, serta verifikasi yang terbatas. Selain itu, dinamika hubungan yang kompleks antara pasangan suami istri dengan mertua yang hidup serumah juga dapat mempengaruhi kualitas komunikasi dan keharmonisan keluarga. Meskipun demikian, beberapa keluarga hidup bersama mertua di Kelurahan Teritip Balikpapan Timur berhasil menemukan cara untuk menyesuaikan diri dan menciptakan keharmonisan melalui kompromi, komunikasi yang efektif, dan saling pengertian. Untuk menciptakan kesetaraan dan harmoni dalam hubungan ini, kedua belah pihak perlu berkomunikasi secara terbuka dan membangun rasa saling menghormati. Mertua perlu mengakui usaha dan kontribusi yang dilakukan oleh menantu, sementara menantu perlu memberikan penghargaan dan memperlihatkan sikap hormat terhadap mertua. Dalam konteks teori pertukaran sosial beberapa proposisi ditemukan di antaranya proposisi sukses, proposisi nilai, proposisi stimulus, proposisi deprivasi dan proposisi agresi. Proposisi yang paling relevan dalam memahami dinamika hubungan antara mertua dan menantu adalah proposisi nilai (value proposition). Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pasangan yang tinggal bersama mertua serta praktisi konseling keluarga dan membantu mengatasi konflik dan meningkatkan kualitas hubungan dalam keluarga besar.