| dc.description.abstract | Alhamdulillah penulis ucapkan atas rampungnya buku bahan ajar ini. Nawaitu penyusunan buku ini adalah respons penulis terhadap masuknya kajian hermeneutika dalam kurikulum studi Islam terutama al-Qur’an dan Hadis sebagai bagian dari dinamika kajian Islam di era kontemporer saat ini. Terlepas dari kontroversi para ulama dan cendekiawan Islam di Indonesia di mana ada yang menerima dan ada pula yang menolak, hermeneutika telah menjadi salah satu kajian menarik dalam karya tulis penyelesaian studi mahasiswa Islam pada jenjang sarjana hingga doktor. Sependek bacaan penulis terhadap kontroversi tersebut, kelompok yang menolak penerapan kajian hermeneutika pada al-Qur’an memahami bahwa al-Qur’an akan dijadikan obyek kajian seperti halnya dengan Bibel yang autentisitasnya masih perlu diteliti sementara al-Qur’an telah disepakati keautentikannya oleh para ulama sehingga tidak perlu lagi diteliti. Padahal orientasi kajian hermeneutika terhadap alQur’an pada konteks ini bukan ke arah otentisitas seperti persepsi mereka. Hermeneutika memang memiliki fungsi filologis yang diterapkan oleh para peneliti masa lalu terhadap Bibel untuk meneliti terjemahan mana yang paling tua dan mendekati Bibel aslinya, namun dalam konteks penerapannya terhadap al-Qur’an bagian hermeneutika yang akan digunakan adalah teknik interpretasinya, yakni bagaimana memaknai al-Qur’an dan hadis. Pertanyaannya, apakah hermeneutika berdiri sendiri? Jawabannya tentu tidak demikian. Hermeneutika dapat saja diintegrasikan dengan metode penafsirann yang telah dikemukakan oleh para ulama sebelumnya sambil memilah dan memilih mana yang cocok untuk diintegrasikan ke dalam studi Islam. Data-data yang diolah secara hermeneutik pun tentu berasal dari literatur-literatur yang telah disusun oleh para ulama. Uraian bagaimana penerapannya selanjutnya dapat dibaca di dalam buku ini. Dengan demikian, buku ini sengaja penulis hadirkan sebagai salah satu bahan ajar selaku salah satu dosen pengampu Mata Kuliah Hermeneutika al-Qur’an dan Hadis. Semoga para mahasiswa IAT (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir) dan ILHA (Ilmu Hadis) dapat memanfaatkannya dan menambah wawasan kita semua. Penulis mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak yang membantu sehingga buku ini dapat dirampungkan, terutama Adinda Rahmatulllah yang saat ini sedang jihad di jalan Allah menuntut ilmu doktoral di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang bersedia mengedit dan menyelaraskan bahasanya. | en_US |