View Item 
  •   Repository Home
  • E-Books
  • Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah
  • View Item
  •   Repository Home
  • E-Books
  • Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah
  • View Item
JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

Kemiskinan Dalam Al-quran: Suatu Tinjauan Teologis

Thumbnail
View/Open
Kemiskinan dalam Al-Quran Suatu Tinjauan Teologis.pdf (1.176Mb)
cover book (608.6Kb)
peer review (513.7Kb)
Date
2016-09
Author
Duraesa, M. Abzar
Metadata
Show full item record
Abstract
Pembahasan dalam buku ini berkenaan dengan kemiskinan dalam Al-Qur’an. Tema pokok yang dikedepankan dalam buku ini adalah bagaimana eksistensi kemiskinan dalam pandangan AlQur’an. Analisis yang digunakan berdasarkan kajian teologis dengan tafsir tematik dan melalui metode kualitatif Sedikitnya terdapat sepuluh istilah yang digunakan AlQur’an yang berkenaan dengan kemiskinan. Dari 10 kosa kata itu, ada yang secara eksplisit menunjuk kepada arti kemiskinan, dan ada yang secara implisit menunjuk kepada karakteristik atau ciriciri yang melekat pada penyandang kemiskinan. Beberapa istilah tersebut adalah: al-maskanah, al-faqr, al-sāil, al-ailah, al-ba’sa, al-imlāq, al-mahrūm, al-qāni, al-mu’tar, al-mustadh’af/ad-dha’if. Masalah kemiskinan yang terungkap dalam Al-Qur’an lebih terfokus pada manusia sebagai penyandang kemiskinan. Hal ini menunjukkan bahwa kemiskinan merupakan persoalan kemanusiaan. Dengan demikian, manusia sedapat mungkin harus berusaha untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan tersebut. Secara garis besar, terdapat tiga konsep yang dikedepankan oleh Al-Qur’an dalam upaya meminimalkan kemiskinan. Pertama, doktrin akan pentingnya etos kerja. Salah satu penyebab terjadinya kemiskinan adalah karena lemahnya etos kerja. Dalam beberapa ayat Al-Qur’an, Allah sangat menghargai umat manusia yang memiliki etos kerja yang tinggi. Kedua, pentingnya rasa solidaritas terhadap sesama manusia. Pada beberapa ayat, Al-Qur’an mengemukakan tentang adanya tanggung jawab orang-orang kaya atas keluarganya (kerabat) yang membutuhkan bantuan. Ketiga, tanggung jawab pemerintah dalam hal pendistribusian aset-aset ekonomi yang memang selayaknya dinikmati secara bersama-sama. Karena kepemimpinan merupakan amanah, sementara amanah wajib ditunaikan dengan baik dan benar.
URI
http://repository.iain-samarinda.ac.id/handle/123456789/792
Collections
  • Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah [38]

DSpace software copyright © 2002-2016  DuraSpace
Contact Us | Send Feedback
Theme by 
Atmire NV
 

 

Browse

All of DSpaceCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

My Account

LoginRegister

DSpace software copyright © 2002-2016  DuraSpace
Contact Us | Send Feedback
Theme by 
Atmire NV