Skripsi • 2025

Strategi Guru Tahfizh Dalam Meningkatkan Hafalan Peserta Didik di MAN 2 Samarinda

Abstrak

Madrasah dapat menjadi wadah dalam membantu siswa menghafal Al-Qur’an. Lingkungan madrasah menumbuhkan dorongan yang lebih karena para siswa berada dalam komunitas yang berjuang menghafal Al-Qur’an, dengan demikian mereka tidak merasa sendirian. Selain itu, sekolah pun menetapkan target hafalan yang jelas serta menghadirkan bimbingan dari guru. Berkaitan dengan hal tersebut MAN 2 Samarinda adalah bagian dari madrasah unggulan di kota Samarinda yang sudah mengembangkan program tahfizh sebagai bagian dari kurikulumnya. Pada program tahfizh reguler, siswa ditargetkan mampu menghafal tiga juz dalam tiga tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru tahfizh dalam meningkatkan hafalan peserta didik di MAN 2 Samarinda dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat guru tahfizh dalam meningkatkan hafalan peserta didik di MAN 2 Samarinda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer diperoleh melalui hasil observasi di MAN 2 Samarinda, wawancara waka kurikulum, guru tahfizh, serta beberapa siswa di MAN 2 Samarinda. Sementara itu, data sekunder diperoleh melalui berbagai media perantara, seperti dokumen, literatur, maupun data yang dihimpun oleh pihak lain. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data, menggunakan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan tahapan kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil temuan tersebut menunjukan bahwa: 1) strategi guru tahfizh dalam meningkatkan hafalan peserta didik di MAN 2 Samarinda sudah berjalan dengan baik sesuai dengan kebutuhan siswa. Strategi awal guru adalah pemetaan kemampuan siswa yang dilakukan dengan cara mengelompokkan peserta didik sesuai tingkatannya. Disini pesesrta didik dibagi kedalam tiga kelompok. Pertama, tingkat pemula yaitu siswa yang bacaannya belum lancar, sehingga diterapkan pendekatan tahsin dan talaqqi. Kedua, tingkat menengah atau standar yaitu siswa yang sudah lancar membaca, sehingga digunakan metode ziyadah, murajaah, dan taqrir. Ketiga, tingkat mahir yaitu siswa yang sudah memiliki banyak hafalan, sehingga mereka diberikan tanggung jawab untuk melakukan hafalan secara mandiri. Selanjutnya, guru juga membentuk sistem mentor sebaya untuk membantu proses hafalan. Selain itu, guru juga berupaya membangun kedekatan emosional dengan siswa melalui komunikasi yang intensif dan pemberian motivasi secara berkelanjutan. Evaluasi pembelajaran laksanakan secara berkelanjutan melalui setoran harian, tes tertulis, dan munaqosyah, dengan menekankan aspek kelancaran, kefasihan, dan ketepatan tajwid. 2) Adapun faktor pendukung yaitu lingkungan belajar, kemampuan siswa serta minat dan gaya belajar siswa . Faktor pengahambat meliputi terbatasnya waktu pembelajaran.
Kata Kunci
GURU TAHFIZH HAFALAN
Dosen Pembimbing & Penguji
Dosen Pembimbing
Pembimbing 1 Dr. Rusdi, S.Ag., M.S.I
Pembimbing 2 Dr. Siti Maulidah, M.Pd.
Dosen Penguji
Penguji Utama Dr. Wahdatun Nisa, M.A.
Penguji 1 Dr. Rusdi, S.Ag., M.S.I
Penguji 2 Dr. Siti Maulidah, M.Pd.

Berkas Dokumen

1 Berkas
13. Full Text (.pdf)
PDF • Akses Terbatas
Skripsi
Dokumen Resmi Terverifikasi
Tanggal Publikasi / Unggah
03/11/2026
Penulis Mahasiswa
JULAIHA
NIM / Identitas
2111101209
Program Studi
Pendidikan Agama Islam
Fakultas
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Data Perpustakaan
Klasifikasi DDC: 0
No. Panggil: 0
No. Induk: REPO-SKR/FTIK-PAI/2025/0204
Deskripsi Fisik: xviii, 104 hlm.:ilius; 29 cm.; Bib.: hlm. 99
Tgl. Kelulusan: 03/11/2025